Deregulasi Bisa Menjadi Overregulasi

Tulisan berikut ini merupakan tugas kampus saya, mata kuliah Regulasi dan Deregulasi Sektor Publik. Saya mendapat bagian untuk mereviu artikel dari jurnal Safety Science berjudul How Deregulation Can Become Overregulation, An Empirical Study Into The Growth Of Internal Bureaucracy When Governments Take A Step Back. Artikel tersebut merupakan hasil kolaborasi dari Kristine Størkersen, Trine Thorvaldsen, Trond Kongsvik, Sidney Dekker.

Studi ini mengeksplorasi bagaimana deregulasi pemerintah dapat menyebabkan over regulasi industri dalam sistem  manajemen keselamatan. Kasus-kasus yang dianalisis adalah dari industri kargo pesisir dan budidaya ikan Norwegia, yang  memiliki otoritas pengawasan, struktur organisasi, profit, dan tradisi yang berbeda.

Ditemukan bahwa over regulasi adalah hasil dari mekanisme organisasi seperti auditable work,  ketidakamanan dan tanggung jawab manajerial, dan praktik audit. Mekanisme ini menunjukkan bagaimana regulasi  fungsional, sebagai ukuran deregulasi, dapat menyebabkan overregulasi ketika berinteraksi dengan tradisi lain tentang  bagaimana organisasi menunjukkan akuntabilitasnya.

Penulis menyimpulkan bahwa overregulasi dapat terjadi bahkan pada sebuah industri dengan langkah deregulasi dan bahwa faktor  organisasi seperti kurangnya kepercayaan, kompleksitas sistem manajemen keselamatan, dan tekanan dari auditor  eksternal dapat menyebabkan overregulasi.

Studi ini mengidentifikasi beberapa contoh spesifik tentang over regulasi dalam sistem manajemen keselamatan di  industri kargo pesisir dan budidaya ikan Norwegia yang menjadi lokus riset. Hal tersebut di antaranya:

  1. Persyaratan dokumen dan dokumentasi yang berlebihan yang menimbulkan beban birokrasi bagi karyawan dan manajer.
  2. Regulasi yang terlalu preskriptif yang tidak memungkinkan adanya fleksibilitas atau adaptasi terhadap keadaan yang  berubah.
  3. Duplikasi upaya antara badan pengatur yang berbeda, menyebabkan kebingungan dan inefisiensi.
  4. Fokus pada kepatuhan daripada manajemen risiko, yang dapat menyebabkan mentalitas “kotak centang” di antara  karyawan dan manajer.
  5. Tekanan dari auditor eksternal untuk mematuhi standar atau praktik tertentu, bahkan jika standar atau praktik  tersebut tidak relevan atau tidak efektif dalam konteks tertentu.

Contoh-contoh ini mengilustrasikan bagaimana langkah-langkah deregulasi kadang-kadang dapat menyebabkan konsekuensi  yang tidak diinginkan, seperti peningkatan birokrasi dan overregulasi, ketika mereka berinteraksi dengan faktor  organisasi lainnya. Para penulis berpendapat bahwa penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini ketika merancang  sistem dan peraturan manajemen keselamatan untuk menghindari pengaturan yang berlebihan dan mempromosikan praktik  manajemen risiko yang efektif.

Dalam merancang penelitiannya, para penulis menggunakan pendekatan analisis konten kualitatif untuk menganalisis data  dari  wawancara semi-terstruktur dengan 30 karyawan dari 15 perusahaan di industri kargo pesisir dan budidaya ikan.  Dengan metodologi kajian empiris, studi ini  mengeksplorasi alasan over regulasi dan mengidentifikasi faktor-faktor  yang berkontribusi terhadapnya. Penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Mereka  juga menggunakan kerangka teoritis berdasarkan teori regulasi, teori organisasi, dan literatur manajemen keselamatan  untuk menganalisis data.

A salmon farm near Bergen, Norway. Photograph: Marius Ltu/Getty Images/iStockphoto

Pendekatan analitis yang digunakan dalam penelitian ini memungkinkan eksplorasi pertanyaan penelitian secara mendalam. Namun, karena penelitian ini tidak menggunakan analisis statistik, tidak ada kekurangan dalam analisis statistik yang  perlu diperhatikan. Sebaliknya, peneliti dapat mempertimbangkan untuk menggunakan metode kuantitatif seperti survei  atau eksperimen untuk melengkapi data kualitatif dan memberikan analisis yang lebih tepat.

Misalnya, para penulis dapat menggunakan analisis regresi untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi  paling signifikan terhadap over regulasi dalam industri ini. Selain itu, peneliti dapat menggunakan uji statistik  seperti uji chi-kuadrat atau t untuk membandingkan berbagai kelompok perusahaan atau karyawan dan mengidentifikasi  perbedaan yang signifikan di antara mereka.

Sementara, ukuran sampel yang dipakai mungkin sesuai untuk studi kualitatif, sehingga tidak cukup besar untuk membuat  generalisasi tentang seluruh populasi industri ini. Oleh karena itu, sampel yang digunakan dalam penelitian ini  mungkin tidak mewakili semua perusahaan di industri tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, peneliti dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan ukuran sampel dan menyertakan lebih  banyak perusahaan dari berbagai wilayah atau negara. Mereka juga dapat menggunakan teknik pengambilan sampel acak  untuk memastikan bahwa sampel mewakili populasi. Selain itu, peneliti dapat menggunakan pendekatan metode campuran  yang menggabungkan metode pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif untuk memberikan pemahaman yang lebih  komprehensif tentang masalah penelitian.

Riset ini juga berkontribusi pada pengetahuan baru dan mengisi kesenjangan pengetahuan di bidang manajemen dan  regulasi keselamatan. Studi ini mengeksplorasi alasan over regulasi dalam industri kargo pesisir dan peternakan ikan  Norwegia, yang belum pernah dipelajari secara ekstensif sebelumnya. Penulis mengidentifikasi faktor-faktor yang  berkontribusi terhadap overregulasi, seperti kurangnya kepercayaan antara karyawan dan manajer, kompleksitas sistem  manajemen keselamatan, dan tekanan dari auditor eksternal.

Studi ini juga menantang pemahaman yang ada dengan menunjukkan bahwa sistem manajemen keselamatan yang digerakkan oleh  tindakan deregulasi dapat menyebabkan overregulasi. Temuan ini bertentangan dengan asumsi bahwa deregulasi selalu  mengarah pada berkurangnya regulasi dan menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor organisasi saat merancang sistem  manajemen keselamatan.

Overall, penelitian ini memberikan wawasan berharga ke dalam hubungan kompleks antara regulasi, manajemen keselamatan,  dan dinamika organisasi. Ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana overregulasi dapat terjadi  bahkan di industri dengan langkah-langkah deregulasi dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan praktik manajemen  keselamatan.

Terdapat beberapa kelemahan dalam riset yang sekaligus menjadi keterbatasan studi yang meliputi, ukuran sampel  terbatas dengan sampel 30 karyawan dari 15 perusahaan di industri kargo pesisir dan budidaya ikan Norwegia, yang  mungkin tidak mewakili semua perusahaan di industri ini. Kecondongan data yang negatif, studi ini hanya memasukkan  refleksi narasumber seputar overregulasi.

Sehingga hanya data atau informasi yang negatif yang dimasukkan. Dalam artian hanya mempertimbangkan pendapat  narasumber yang berkaitan dengan overregulasi, yang merupakan istilah negatif yang terkait dengan manajemen  keselamatan dalam konteks overregulasi. Oleh karena itu, materi atau konten dalam studi tersebut memiliki kecenderungan  negatif, dan pengalaman positif dengan manajemen keselamatan diabaikan atau tidak dipertimbangkan.

Dengan analisis subyektif dan interpretatif seperti itu, bisa jadi peneliti lain mungkin akan sampai pada kesimpulan  yang berbeda berdasarkan data yang sama. Keterbatasan ini menunjukkan bahwa temuan penelitian harus ditafsirkan dengan  hati-hati dan mungkin tidak berlaku untuk konteks atau industri lain. Namun, saya rasa studi mereka  memberikan wawasan yang berharga ke dalam interaksi kompleks antara deregulasi, sistem manajemen keselamatan, dan  perilaku organisasi, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi masalah ini secara lebih rinci.

Selain itu kelemahan selanjutnya ialah kurangnya generalisasi. Studi ini berfokus pada dua industri tertentu di  Norwegia dan mungkin tidak dapat digeneralisasikan ke industri atau negara lain. Kemudian kemungkinan adanya potensi  bias, para penulis mengakui bahwa latar belakang dan perspektif mereka sendiri mungkin telah memengaruhi proses  pengumpulan dan analisis data.

Cakupan terbatas, studi ini hanya mengeksplorasi alasan overregulasi dalam industri kargo pesisir dan budidaya ikan  Norwegia dan tidak mempertimbangkan faktor lain yang dapat menyebabkan overregulasi dalam konteks yang berbeda.

Dalam penelitian ini juga, belum ada jawaban khusus yang diberikan tentang bagaimana organisasi dapat mencapai  keseimbangan antara mematuhi peraturan manajemen keselamatan dan menghindari over regulasi. Namun, disarankan agar  organisasi perlu menerapkan sistem manajemen keselamatan yang sesuai untuk operasi mereka dan menghindari prosedur  yang berlebihan, kekacauan keselamatan, dan prosedur yang tidak melayani keselamatan. Studi semacam ini juga perlu  menyoroti pentingnya menganalisis data empiris dari industri yang berbeda untuk memahami hubungan paradoks antara  langkah-langkah deregulasi pemerintah dan overregulasi organisasi.

Namun dengan segala keterbatasan yang ada, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang fenomena  overregulasi, keterbatasannya harus diperhitungkan saat menginterpretasikan hasil dan menerapkannya pada konteks lain.

Kesimpulan penulis konsisten dengan temuan penelitian mereka dan didukung oleh kutipan dari narasumber yang  mengilustrasikan pola yang teridentifikasi melalui analisis isi. Penulis juga memberikan rekomendasi untuk  meningkatkan praktik manajemen keselamatan berdasarkan temuan mereka.

Tidak ada inkonsistensi antara temuan penelitian dan kesimpulan yang ditarik oleh penulis. Studi ini memberikan  pemahaman yang komprehensif tentang fenomena over regulasi dalam industri kargo pesisir dan budidaya ikan Norwegia,  yang dapat menginformasikan penelitian dan keputusan kebijakan di masa depan di bidang ini.

Gaya penulisan riset ini bersifat akademik dan teknis. Penulis menggunakan nada formal dan menggunakan terminologi  khusus yang berkaitan dengan manajemen keselamatan, regulasi, dan perilaku organisasi.

Artikel jurnal ini disusun dalam format akademik yang khas, dengan abstrak, pengantar, tinjauan literatur, bagian  metodologi, bagian hasil, bagian diskusi, dan kesimpulan. Para penulis memberikan pertanyaan dan tujuan penelitian  yang jelas di awal makalah dan menggunakan tajuk untuk mengatur argumen mereka.

Secara keseluruhan, gaya penulisannya jelas dan ringkas tetapi mungkin menantang bagi pembaca yang tidak terbiasa  dengan terminologi teknis yang digunakan di bidang manajemen keselamatan. Para penulis memberikan definisi untuk  beberapa istilah kunci tetapi mengasumsikan tingkat pengetahuan tertentu dari pembaca mereka dalam konteks  keselamatan. Misalnya, penulis mendefinisikan “deregulasi” sebagai proses pengurangan atau penghapusan persyaratan  peraturan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas. Mereka mencatat bahwa deregulasi sering dilihat sebagai cara  untuk mengurangi beban birokrasi dan mendorong inovasi dalam industri seperti transportasi dan pertanian.

Para penulis juga mendefinisikan “overregulasi” sebagai konsekuensi yang tidak diinginkan dari langkah-langkah  deregulasi, di mana regulasi menjadi terlalu menentukan atau memberatkan, menyebabkan inefisiensi dan mengurangi hasil  keselamatan. Mereka berpendapat bahwa overregulasi dapat terjadi ketika ada kurangnya kepercayaan antara regulator dan  pelaku industri, ketika peraturan terlalu rumit atau sulit dipahami, atau ketika ada tekanan dari auditor eksternal  untuk menyesuaikan diri dengan standar tertentu. Lewat definisi itu, penulis menyarankan bahwa keseimbangan harus  dicapai antara tindakan deregulasi dan praktik  manajemen keselamatan yang efektif untuk menghindari overregulasi  sambil tetap mendorong inovasi dan efisiensi dalam industri.

Terakhir, studi ini memiliki beberapa implikasi bagi pembuat kebijakan atau regulator yang sedang mempertimbangkan  tindakan deregulasi di industri lain.

Pertama, penelitian menunjukkan bahwa deregulasi dapat memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan, seperti  overregulasi, ketika berinteraksi dengan faktor organisasi lainnya. Oleh karena itu, pembuat kebijakan dan regulator  harus mempertimbangkan dengan hati-hati potensi dampak tindakan deregulasi pada sistem manajemen keselamatan dan  praktik organisasi lainnya sebelum menerapkannya.

Kedua, studi ini menyoroti pentingnya pendekatan berbasis risiko untuk manajemen keselamatan, yang menekankan  identifikasi dan mitigasi risiko tertentu daripada kepatuhan terhadap peraturan yang bersifat preskriptif. Pembuat  kebijakan dan regulator harus mempertimbangkan untuk mengadopsi pendekatan ini dalam kerangka peraturan mereka untuk  mempromosikan praktik manajemen risiko yang lebih efektif.

Ketiga, studi ini menekankan pentingnya budaya organisasi dan faktor manusia dalam sistem manajemen keselamatan.  Pembuat kebijakan dan regulator harus mempertimbangkan bagaimana kerangka peraturan mereka dapat mempromosikan budaya  keselamatan dalam organisasi dan mendorong karyawan untuk melaporkan masalah keselamatan tanpa takut akan pembalasan.

Pada intinya, bahwa pembuat kebijakan dan regulator harus mengambil pendekatan holistik untuk manajemen keselamatan  yang mempertimbangkan persyaratan peraturan dan faktor organisasi. Dengan demikian, mereka dapat mempromosikan praktik  manajemen risiko yang lebih efektif sambil menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan seperti regulasi yang  berlebihan.

161 Komentar

  1. https://tkescorts.com/ Balas

    When I originally commented I appear to have clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and from now on every time a comment is added I receive four emails with the same comment. There has to be a way you can remove me from that service? Many thanks!

  2. Cinthia Alavi Balas

    Congratulations on your incredible gift for writing! Your article is an engaging and enlightening read. Wishing you a New Year full of achievements and happiness!

  3. Belowflows Balas

    Nice blog here Also your site loads up fast What host are you using Can I get your affiliate link to your host I wish my web site loaded up as quickly as yours lol

  4. BusinessVise Balas

    Thanks I have just been looking for information about this subject for a long time and yours is the best Ive discovered till now However what in regards to the bottom line Are you certain in regards to the supply

  5. BlogSeventyy Balas

    Thanks I have recently been looking for info about this subject for a while and yours is the greatest I have discovered so far However what in regards to the bottom line Are you certain in regards to the supply

  6. Witrrone Balas

    you are in reality a good webmaster The website loading velocity is amazing It sort of feels that youre doing any distinctive trick Also The contents are masterwork you have done a fantastic job in this topic

  7. nyaffairss Balas

    Excellent blog here Also your website loads up very fast What web host are you using Can I get your affiliate link to your host I wish my web site loaded up as quickly as yours lol

  8. minozz Balas

    Hi Neat post There is a problem along with your website in internet explorer would test this IE still is the market chief and a good section of other folks will pass over your magnificent writing due to this problem

  9. BusinessDemm Balas

    Somebody essentially lend a hand to make significantly articles Id state That is the very first time I frequented your website page and up to now I surprised with the research you made to make this actual submit amazing Wonderful task

  10. Szpiegowskie Telefonu Balas

    Szpiegowskie telefonu – Ukryta aplikacja śledząca, która rejestruje lokalizację, SMS-y, dźwięk rozmów, WhatsApp, Facebook, zdjęcie, kamerę, aktywność w Internecie. Najlepsze do kontroli rodzicielskiej i monitorowania pracowników. Szpiegowskie Telefonu za Darmo – Oprogramowanie Monitorujące Online. https://www.xtmove.com/pl/

  11. Śledź telefon Balas

    Monitoruj telefon z dowolnego miejsca i zobacz, co dzieje się na telefonie docelowym. Będziesz mógł monitorować i przechowywać dzienniki połączeń, wiadomości, działania społecznościowe, obrazy, filmy, WhatsApp i więcej. Monitorowanie w czasie rzeczywistym telefonów, nie jest wymagana wiedza techniczna, nie jest wymagane rootowanie.

  12. TimsothyVok Balas

    Thank you for the good writeup. It if truth be told was a enjoyment account it. Look advanced to more added agreeable from you! By the way, how could we keep in touch?
    mbit casino slots review

  13. OLanetup Balas

    Hey! This is kind of off topic but I need some help from an established blog. Is it difficult to set up your own blog? I’m not very techincal but I can figure things out pretty quick. I’m thinking about setting up my own but I’m not sure where to begin. Do you have any tips or suggestions? Appreciate it
    https://tinyurl.com/SquirtCamweb

  14. GichardOpete Balas

    Whats up are using WordPress for your blog platform? I’m new to the blog world but I’m trying to get started and set up my own. Do you require any coding knowledge to make your own blog? Any help would be greatly appreciated!
    cloudbet com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *