Bunyi Derit Roda-roda Tua

Bunyi Derit Roda-Roda Tua

Ada banyak rentetan kisah luar biasa lahir dari tiap sudut jalanan kota. Seperti cerita roda-roda tua yang dikayuh kaki-kaki renta. Tiap deritnya seolah bercerita. Entah tentang bertahan dari gilasan roda zaman yang kian modern. Ataupun kesederhanaan dan ketulusan yang tetap lestari.

Ditengah desakan zaman perlahan-lahan becak kayuh ditinggalkan. Baik oleh pengayuhnya maupun para penumpang. Atas alasan kemanusiaan, becak dianggap eksploitasi terhadap manusia. Gambaran keterbelakangan, kuno dan memalukan.

Sesungguhnya becak menjadi ikonik jika dimaknai sebagai bagian dari budaya. Jasanya tak dihargai karena telah mengangkut dari satu tempat ke tempat lain, tetapi experience. Ada pengalaman, sensasi dan nuansa yang berbeda ditawarkan.

Perkembangan metropolitan memaksa mereka berjibaku dengan problem baru. Bukan hanya masalah pendapatan yang menurun, tetapi juga eksistensi yang meredup.

Keteguhan pengayuhnya adalah simbol kekuatan untuk tak menyerah.(*)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.