Vlad Putin yang Kunci-kunci Dunia

Pada kesempatan ini, saya mau akting. Berpura-pura sebagai seorang pengamat internasional, sekaligus pengamat antariksa, sekaligus pengamat politik, sekaligus pakar Timur Tengah dan sekaligus sejarawan yang profesional. Saya mau mau ngehambur air mulut tentang kampungnya Khabib Nurmagomedov yang sedang “baku ambil” dengan kampungnya Vitali Klitschko, yang jadi Wali Kota Kiev setelah pensiun dari dunia baku pukul. Katanya, petinju profesional itu sudah meninju 6 tentara Rusia. Dan mereka mati.

Banyak yang penasaran apakah agresi Rusia akan memicu Perang Dunia season 3. Seandainya tidak bisa terelak, fine, fine, baku hambur saja. Asal jangan pake nuklir. Bumi akan tetap menjadi tempat indah tanpa Ukraina atau Rusia atau Nato dan Amerika, China, Perancis, Inggris, Pakistan, India, Israel dengan Kim Jong-un (Korut).

Mereka-mereka ini adalah pemilik nuklir. Kelompok-kelompok inilah yang paling memiliki potensi besar merusak bumi dan mengancam anak manusia. Lalu, apa peran geopolitik dan geostrategis Indonesia diantara geng nuklir itu?. Sepertinya setengah mati. Jangan dulu bom nuklir, urus bom kompor berhulu ledak minya goreng saja susahnya minta ampun. Jangankan mendengar letusan bom, bunyinya toa saja banya yang tidak mampu dengar.

Sejarah menulis, konflik dunia modern sejak PD I, meruntuhkan Ottoman Empire. Lalu merubah selamanya wajah Timur Tengah menjadi kawasan menambang konflik. Begitu pun PD II, blok Alliance mengklaim menang melawan blok sentral. Namun kerugian parah sama-sama dialami kedua belah pihak. Mo menang, mo kalah, tetap, hancur lebur dua-duanya. Yang tersisa hanya kenangan, tentang kerabat yang mati. Seteru dua Vladimir ini mengembalikan kita pada ingatan itu. Ingatan yang seumpama belati, terus menikam jantung kemanusiaan kita hingga kini.

Banyak yang anggap konflik Rusia-Ukraina berpotensi jadi malapetaka global. The new armageddon is in our door step. Menurut analisis dangkal dan tumpul saya, itu sangat tidak mungkin.

Gog dan Magog adalah malapetaka nomor wahid, numero uno bagi manusia bumi. Itu ada dalam nubuat. Kelak suatu ketika Gog dan Magog akan keluar dari kurungannya. Mereka ini yang akan menghancurkan dunia, memanen umat manusia. Yang bunuh ras kita ini pastimi Yajuj Majuj. Jadi kita nda usa urus, khawatir berlebihan atau takut potensi chaos di sana akan lumer, berdampak pada semua manusia di bumi. Memangnya Putin yang kuasai bumi. Cuma pertempuran biasa itu di sana. Biasa, untuk orang Afghanistan dan tai kuku bagi orang Suriah.

Menghadapi Gog dan Magog ini, kita bisa mengandalkan geng nuklir tadi. Mereka bisa bergabung menjadi macam mafia sembilan naga. Dengan teknologi GPS dan aset intelijen mereka harus segera menelusuri, memetakan lokasi para iblis itu. Lalu dengan fasilitas ninja ekspress, melalui kurir-kurir berintegritas, mengirimkan berpaket-paket rudal penghancur semacam little boy dan fatman dengan sistem COD.

Ada yang menarik dari ramalan-ramalan akhir dunia. Pakar terdahulu sudah memberi semacam quote atau statement bahwa perang di akhir zaman, kita akan kembali menggunakan mode manual. Kita akan tawuran langsung, head to head, seperti Spartan dan pasukan Persia. Bisa jadi, kita berkumpul pada savana yang gersang, lalu baku guling dan sibuk saling menangkis busur. Nabi bilang agar belajar berkuda dan memanah. Mungkin inilah maksudnya. Mulai besok saya akan rajin olahraga, angkat barbel, perbanyak makan ubi supaya rahang keras.

Vlad Putin juga satu nada dengan itu. Begitupun para pengamat. Bahwa jika harus terjadi, PD3 adalah festival nuklir dan teknologi. Putin mengakui PD3 adalah perang nuklir, dan di masa depan kita akan bertempur hanya dengan kayu dan batu. Perang nuklir, jika harus terjadi sekarang atau besok, tentu saja bisa menjadi sinyal akhir peradaban modern.

Efek nuklir akan memberi dampak pada lingkungan, iklim di planet bumi. Maka dari itu ia berharap, NATO dan negara lain jangan ikut campur urusannya dengan Ukraina. Putin takut, kalo terpaksa datang gila-gilanya, salah pencet tombol. Nuklir melayang.

Adalagi satu pandangan yang menarik. Bahwa perang modern memang tak perlu lagi konfrontasi langsung antar pasukan. Semacam sekolah daring. Perang tidak bertatap muka langsung. Ini menjadi alasan banyak negara sibuk membangun koalisi antar kawasan. Dari negara-negara koalisi, sebuah negara dapat membangun fasilitas militer berteknologi tinggi yang mudah menjangkau target. Entengnya begini; Amerika vs Rusia, kalo Amerika mau merudal Putin, stenga mati kalo mo di keker dari Washington. Makanya, Amerika cari lokasi keker yang bagus, yang dekat posisinya dengan Kremlin. Nah, Ukraina sangat strategis.

Amerika mau perang, tapi jangan di rumahnya, takut pica piring. Dia bikin kacolah di rumah orang, kalo kalah tinggal lari, pulang tidur.  Sebut negara mana yang tidak ada Amerikanya? Polisi dunia kok. Please,,American, come on, save the world like you guys do in the movie.

Permisalan itu pernah dilakukan Rusia. Dia pasang rudal taktisnya di kampungnya Fidel Castro. Kennedy mengamuk, langsung engkol mesin Tank, siap invasi Kuba. Untungnya, diplomasi bergerak cepat.

Yang dapat kita baca adalah, banyak negara sedang dalam gerakan senyap membangun keseimbangan politik. Di Eropa, NATO sudah lama ada. Siapa tolonya, Amerika dong. Tujuannya tentu, mengimbangi kekuatan komunis Rusia. Baru-baru ini di kawasan Asia Tenggara, kampung kita, lahir juga adik kandungnya NATO. Dikasi nama AUKUS (Australia, UK,dan US). Ada Amerikanya. Tujuannya pastimi, mau tandingi China dari sisi militer, modernisasi dan pengaruh di Indo-Pasifik. Jangan sampe ini, sama nasib ta dengan Ukraina. Kita di bombardir China.

Kerennya dari AUKUS, tenaga nuklir hanya digunakan untuk menggerakan kapal selam. Berkaitan dengan perang modern, fokus AUKUS pada keamanan cyber. Hacker menjadi ancaman. Bahwa peperangan dapat dimulai dan diakhiri dari ibu jari. AUKUS tahu bahwa konflik sesungguhnya tidak hanya terjadi di ruang fisik semata. Ruang virtual juga menjadi ancaman baru. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi, ketahanan negara dapat dengan mudah ditelanjangi. Sambil minum teh dan makan gabin, tekan ENTER, meledak. Di sana chaos, kita di ruangan nonton gosip selebriti.

Isu kawasan ekuilibrium, juga terjadi di Timur Tengah. Negara-negara Arab sedang dalam narasi ke arah tersebut. Membagun poros kekuatan baru dengan membentuk pakta pertahanan tandingan.

Seandainya PD3 (Rusia vs NATO) tak terjadi. Eventually, kita tetap akan baku pukul manual. Penyebabnya adalah badai elektromagnetik. Badai matahari yang terjadi di ruang antariksa. Bumi sudah pernah mengalaminya dengan efek yang tidak membahayakan. Mega badai tersebut kelak terjadi dan menghancurkan semua perangkat teknologi manusia. Kita kembali pada semula. Back to nature.

Bagaimanapun, Putin bisa menjadi orang yang mempercepat semua proses itu. Putin adalah kunci-kunci dunia. Kelanjutan peradaban modern ini ada di tangan Putin.

Sama seperti aktor laga Liam Neeson, karakter Putin sangat kuat ketika mengeluarkan ancaman. “Bagi siapapun yang ikut campur, Rusia akan merespon cepat, Rusia akan mendatangkan penderitaan yang belum pernah terjadi dalam sejarah negara kalian,” ancam Putin setelah mengeluarkan perintah operasi militer khusus di Ukraina.

Indonesia paling trauma dengar ancaman begitu. 3 abad lamanya Belanda memberi penderitaan. Kita sudah tobat. Ikut-ikutan negara lain buat condemn, tapi dalam hati saja. Lagian, Ibu pertiwi masih sibuk antri minyak goreng di Bulog.

Terbaru saya lihat di story whatsapp kawan, Putin juga mengancam FIFA. Kalau berani mengeluarkan Rusia dari Piala Dunia 2022 Qatar. Putin merasa dicurangi. Kalau mau kasih sanksi, jangan parecu. Ini urusan politik dan militer. Jangan seret dalam olahraga. “Barenti komorang main bola kalo nda ajak Rusia”., mungkin Putin bilang begitu, ckckckc.

Saya terbayang, bagaimana kalau FIFA ngotot. Di lapangan ada Ibrahimovic, Messi, CR7, Neymar, dll. Tiba-tiba rudal meluncur dari Moscow. Boooommmmm. Mati semua. Yang selamat cuma Sergio Ramos. Bisanya dia selamat?. Kayak ko nda tau saja, batu kubur la anu itu.

Sebelum Putin mengancam FIFA, saya hanya melihat orang mabo mengancam, kasi berenti acara joget.

————-

(Little boy; nama bom Atom Amerika yang jatuh di Hiroshima. Fatman: bom Atom di Nagasaki)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.