Legislator Muda Visioner

There is always first time for everything. Tidak ada satupun manusia di bumi yang lahir langsung mahir terhadap sesuatu. Tak terkecuali Rizki Pagala.

Pada helatan pentas demokrasi setahun silam, Rizqi Brilian Pagala berhasil keluar hidup-hidup sebagai jawara dari Dapil “neraka”, Kadia dan Wua-wua.

Ia masuk ke tengah-tengah pertarungan politisi berkaliber, senioritas, serta hadangan kekuatan finansial para pesaingnya. Getirnya pengalaman itu telah menajamkan visinya. Rizki berbicara mengenai pengalamannya, cita-cita politik dan tujuan yang ia perjuangankan ketika berkesempatan menjadi pembicara di kanal Youtube Kendari Pos yang lalu.

Baginya, politik adalah roh kehidupan. Dinamika politis itu telah jauh dirasakannya sejak berada di bangku sekolah, belajar bersosial, berorganisasi. Berangkat dari perspektif itu, ia mengamati. Jengah mengetahui wakil rakyat sudah jarang turun lapangan. Susah berkomunikasi dengan rakyat. Nuraninya terpukul, berteriak, menunggu sesuatu untuk dituntaskan. Merasa perlu ada satu perubahan yang dilakukan. Klaim dukungan dari kalangan sebantaran usianya, ia membangun komunitas perjuangan.

Keputusannya terjun ke dunia politik, wilayah yang sama sekali masih bokeh baginya karena tergelitik teman-teman seperjuangan sewaktu menjadi mahasiswa. Aksi mereka yang turun kejalan ramai-ramai, memperjuangkan sesuatu, pencapaiannya, semua itu membuat darahnya berdesir. Adrenalinnya seolah terpacu.

Mengawali karir profesionalnya dalam dunia usaha. Ia berinteraksi langsung dengan kebijakan-kebijakan pemerintah. Rizki terbenam kedalam labirin-labirin diskusi dengan para pendahulunya hingga menemukan satu dua cercah cahaya inpirasi. Ia merajut kembali cita-cita purba yang dulu diidamkan masyarakat demokratis. Bertekad membesarkan daerah.

Bergerilya melakukan silaturahmi, membentuk hubungan baik sesama manusia dan mempererat ikatan rohaninya dengan tuhan. Kemudian bergerak melakukan konsolidasi internal, pendekatan person to person politisi, sembari pelan-pelan membentuk inci demi inci kebiasan seorang juara.

Politisi berlatar arsitek itu membeberkan kisah historik sampai melabuhkan diri ke PKS. Ketulusan perjuangan, mendorong kader menjadi personal yang dapat memberi perubahan, transisi kependidikan yang baik menjadi kesalutannya terhadap sepak terjang PKS.

Meski tak menampik diri masih “hijau tosca” dalam gelanggang politik dan sempat ragu terhadap diri sendiri ia cukup matang memetakan kekuatan politiknya.

Menurut Rizki politisi yang baik itu harus mengenali dimana letak kekuatannya. Ia tahu dimana jiwa sosialnya berada. Ia pun mengerti letak komunikasinya dimana. Ia berjaya bersama komunitas sosial yang telah ia bangun.

Ngobrol politik bersama sang legislator muda visioner ini dapat kawan-kawan saksikan langsung di Kanal Kendari Pos, di Youtube pastinya. Nanti cari saja ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.